Pagi datang kembali, sesuai dengan rencana kemarin malam, hari ini saya akan menuju Nusa Penida dan akan snorkeling di sana selama 3 jam! Setelah sarapan saya langsung dipanggil oleh pemilik homestay untuk segera berkumpul bersama 2 teman lain yang saya ketahui berasal dari Perancis. Dua teman ini nantinya menjadi teman bolang saya selama beberapa hari di Nusa Lembongan ini, begitu juga 2 teman lain yang akan saya temui sore nanti secara tidak sengaja di acara di desa sana.


Dari homestay, kami berjalan menyusuri gang yang sama dengan gang yang saya lalui saat menuju pantai sore kemarin. Di pantai ini juga si kapal yang akan saya tumpangi parkir, dilihat dari sisi mana-pun si kapal ini kelihatan terawat sekali, kapal juga berwarna biru di mix dengan warna putih yang cakep. Bisa aja nih si kapten mix & match-nya, jadi kelihatan muahal gitu dan buat foto-fotopun ga bakal bikin mata sakit. 

Foto dari pemilik hotel, kami mulai naik ke kapal untuk snorkeling di pagi yang dingin.

Ada beberapa orang yang telah menunggu di pesisir pantai, si kapten juga penumpang lain yang akan menjadi partner snorkeling kami nantinya. Tidak menunggu lama kapal-pun mulai pelan-pelan meninggalkan Nusa Lembongan. Diiringi dengan air laut yang sangat bening sampai akhirnya hanya warna biru saja yang bisa kami lihat di air ini. Kami menuju Nusa Penida dengan pemandangan Nusa Lembongan yang begitu apik di lihat dari sisi kapal kami yang juga cantik. Ombak yang tidak begitu besar, udara yang masih mendung karena semalam sepertinya hujan ringan di sini.


Satu per satu tempat wisata juga terlihat beriringan, mulai dari Musshroom Beach, Devil Tears, Dream Beach, lalu Nusa Ceningan, kemudian sampailah kami di Manta Bay lokasi snorkeling kami yang pertama. Tidak menunggu lama, sang kapten langsung menyuruh kami lompat ke arah sang Manta yang terlihat jelas dari sisi kapal. Saya langsung memakai alat snorkeling saya dan berenang menuju ke arah si Manta. Beberapa kali saya melihat dan berenang di sisi si Manta berebut bersama orang-orang yang juga memiliki tujuan yang sama untuk menikmati indahnya si Manta ini. 


Setelah beberapa menit dan dirasa seluruh peserta melihat si Manta, kami lalu diminta untuk kembali ke Kapal untuk ke lokasi selanjutnya yang hanya beda tebing ke arah Manta Bay yang lain. Berbeda dengan di lokasi awal yang sangat ramai, di lokasi ini hanya ada kapal kami saja dan terdapat Manta yang lebih besar yang benar-benar berenang disisi saya saja di sini. Saya merasa beruntung karena saat itu belum ada orang lain di sebelah saya, namun saat si Manta menuju ke arah saya, saya cukup terkejut karena mulutnya yang menganga cukup membuat saya ketakutan, takut keisep. Kalau ditotal, saya melihat 3 Manta di kedua tempat ini, tapi ya mungkin ni mungkin, karena Manta itu kan berputar-putar aja, jadi mungkin sebenernya saya cuma melihat 2 saja hehe.

Manta yang sangat besar dan ikan kecil-kecil.

Selesai di sini, kami lalu menaiki kapal dan menuju ke arah Gamat Bay untuk snorkeling kedua. Saat mendekati Gamat Bay saya mengecek suhu air di sana dan mendapati kalau airnya sangat dingin dibanding air di Manta Bay tadi. Kami lalu snorkeling ria di sana dan melihat terumbu karang yang indah serta ikan dengan berbagai macam jenis. Namun saat itu lokasi sangat ramai hingga saya sering-kali hampir bertubrukan dengan pe-snorkel yang lain. Karena arus yang lumayan juga saya akhirnya tidak sengaja menubrukkan kepala saya ke ban yang dibawa guide rombongan dari Nusa Penida. Lalu saya malah diajak berenang bersama dengan saya hanya berpegangan di ban. Saya-pun diarahkan ke kapal saya yang ternyata sudah menunggu saya dari tadi haha. Naik ke kapal kami langsung menuju ke Nusa Penida.


Memang sebenarnya kami tidak ada jadwal untuk ke Nusa Penida, namun beberapa pe-snorkel di kapan ini ada yang mengambil rute snorkeling lanjut turun di Nusa Penida. Saat itu ada 2 orang turis yang turun di Nusa Penida, sementara kami menikmati pemandangan dari sisi kapal ke arah bukit-bukit dengan bangunan-bangunan hotelnya yang ciamik serta air laut yang sangat bening dan jernih. Karena lumayan lama juga kita di sana, kami-pun berfoto-foto saja disana sambil menunggu sang kapten menyalakan mesinnya untuk ke spot snorkeling yang lain.


Mungkin 15 menitan kemudian kapten akhirnya menyalakan mesin kapalnya dan membawa kami ke arah Mangrove point. Disini kami diminta untuk mengikuti arus saja tanpa lelah berenang dari titik kapal yang karam hingga titik terakhir dimana sang kapten menunggu kami. Di titik ini, pemandangan bawah laut sangat indah sekali, ikan yang warna-warni serta arus yang mengantar kami sampai bertemu lagi dengan sang kapal. Saya sangat menyukai spot ini karena lokasi yang tidak ramai serta pemandangan yang sangat lapang dan bervariasi. Dari bermacam-macam karang, kedalaman lautnya, bermacam jenis ikan, serta kita tidak perlu lelah karena arus laut membantu kita untuk menikmati pemandangan dibawah sana tanpa perlu mengayunkan kaki dan tangan.


Saya sangat menyarankan untuk memakai pelampung di spot ini, karena selain kita akan lebih nyaman berdansa dengan air laut, kita juga akan leluasa mengambang di sana dan tinggal melihat kebawah. Titik ini juga titik dimana kita bisa menemukan kura-kura, dan benar setelah berenang cukup lama kami akhirnya bertemu 4 kura-kura disini. Bahkan saat kami akan menaiki kapal lagi pun ada kura-kura tepat dibawah kapal yang melepas kepergian kami haha.


Setelah 2x mengikuti snorkeling, saya jadi sadar kalau di posisi ini si kapten akan membiarkan kita snorkeling sampai titik kami bertemu kura-kura. Karena di snorkeling kedua kami yang lebih lama dari snorkeling pertama kami baru bertemu kura-kura dititik terakhir dan setelahnya kami diminta untuk naik ke kapal dan pulang. Lelah tapi terbayar sekali dengan pemandangan bawah laut yang sangat memesona.


Kami lalu kembali ke hotel dan bersama 2 teman dari Perancis (Carlo & Margot) merencanakan untuk lunch serta berkeliling bersama mulai hari itu. Sampai hotel kami tak lupa membilas pakaian snorkeling kami lalu berenang di kolam disana. Karena hari itu juga hari terakhir saya di hotel ini dan harus check-in di tempat lain sore itu juga, maka sayapun langsung mandi dan packing barang-barang saya. Mereka sebenernya memberi waktu saya 10 menit untuk melakukan itu semua, namun akhirnya membiarkan saya beberes sampai selesai. Mungkin butuh waktu hampir 30 menit dan mereka menunggu saya dengan sabarnya haha. Saya lalu check-out dan menitipkan tas saya di hotel untuk nanti saya ambil di waktu check-in saya di hotel lainnya.


Kami lalu mengendarai motor mencari tempat makan, saya hanya mengikuti mereka dibelakang dan malahan saat itu kami melewati hotel saya, tau gitu saya bawa saja tas saya kan. Karena tidak menemukan spot lain, kami langsung saja menuju ke Musshroom Beach. Ada 1 restoran yang masih kosong dan posisinya tepat didepan pantai, kami lalu masuk dan order beberapa makanan serta jus dan kenyanglah kami seketika. Mereka berdua lalu berenang dipantai dan saya memutuskan untuk duduk saja di restoran dan memfoto mereka. Jam 1 siang men, puanas sekali saat itu, saya yang keturunan asia ini sudah pastilah menolak untuk berpanas-panasan, sementara mereka kebalikan saya haha. Ombak juga sangat besar saat itu, heran saya kok mereka bisa 100% berbeda dengan cara berpikir kita-kita disini.

Bersantai di bawah terik matahari, untuk asian people mah mending ngadem.

Selesai berenang, kami langsung membayar bill kami lalu berjalan kearah Devil Tears yang lokasinya tepat disebelah Mussroom Beach. Pemandangan dari sini langsung menuju kelaut yang luas serta pantulan air laut yang menabrak karang-karang disisi tebing yang airnya menyiprat keatas, itulah alasan mereka menamai lokasi ini Devil Tears. Meski panas banget karena saat itu pukul 2 siang, namun angin disana cukup membuat kita merasa sejuk damai tidak sentosa haha. Kami berputar-putar saja disana karena mungkin saat itu Devil Tears-nya lagi main santai.


Lelah dan sudah memasuki pukul 3 sore, kami lalu memutuskan untuk berpisah dan nantinya bertemu lagi untuk dinner bersama. Saya juga harus check-in ke hotel baru saya sementara mereka saya biarkan pergi entah kemana menikmati hari liburan mereka. Saya lalu ke hotel pertama saya mengambil tas dan lalu berjalan kearah hotel saya dengan rute berbeda dari rute yang seharusnya. Saya senang bisa melihat pemandangan dari sudut lain, meskipun ya akhirnya jarak yang saya tempuh lebih lama dari yang seharusnya tapi benar-benar worth it.


Sampai di hotel saya disajikan welcome drink berupa orange just dan beberapa buah. Namun saya sedikit kecewa karena ruangan dengan lokasi yang saya minta sudah diberikan ke turis lain dan saya diberikan lokasi dipojokan. Tapi semua termaafkan saat saya melihat ruangan saya yang sangat cantik dan well-prepared. Sangat bersih dan fasilitas serta pemandangan yang indah sekali. Benar-benar lokasi yang sangat tepat untuk berbulan madu, sayang saja saya saat itu sendirian saja, hiks.


Saat check-in tadi, pemilik hotel memberikan informasi kalau akan ada festival di pusat desa pada pukul 16.00. Saya lalu turun dan bersiap ke pusat desa untuk menonton festival ini. Sesampainya di lokasi saya bertanya ke warga tempat untuk masuk serta parkir disana, lalu sayup-sayup terdengar mereka bilang "eh mana bisa masuk kalau ga pake sarung". Tapi saya gas saja lalu bertanya ke petugas di area pintu masuk dan benar, kita diminta mengenakan sarung untuk masuk ke festival ini karena festival ini merupakan festival keagaaman (Hindu). Saya lalu diarahkan untuk kembali ke hotel dan meminjam sarung ke pemilik, kebetulan juga saya ga tau sarung yang dimaksud itu seperti apa jadi gas-lah saya puter balik menuju hotel untuk meminjam sarung.


Selesai meminjam sarung, saya langsung kembali ke area festival, memarkir motor dan masuk ke area pohon beringin besar. Saya melihat ada solo traveler perempuan lain yang saat itu masuk ke sana, saya sudah ada feeling untuk mendekati traveler ini buat menjadi kenalan tapi karena saat itu masih susah mencari lokasi jadi saya jalan aja menyingkir. Namun, saat saya menepi saya berada di antara turis-turis lain dan melihat satu turis yang sepertinya ingin berkenalan dengan saya. Saya tapi menyingkir kearah dekat pohon lagi dekat dengan traveler pertama tadi dan turis satu ini mengikuti saya. Lalu sayapun mengajak mereka berkenalan dengan satu kalimat andalan "Where are you from?".


Dengan satu kalimat ini, ajaibnya semua pertanyaan lainnya akan bermunculan secara otomatis dan akan membawa kita ke situasi pertemanan yang tidak kita sangka-sangka. Saat pertama kali saya mengucapkan kalimat ini saya takut mereka tidak akan menjawab atau cuek dengan saya. Memang ada yang begitu namun yang merespon lebih banyak kok, jadi kalau mereka merespon tapi kesannya tidak welcome ya tinggal aja, karena akan ada mereka yang merespon dan dengan sangat welcome mau berteman dengan kita juga, jadi coba saja kalimat andalan saya ini saat teman-teman sedang liburan.


Traveler pertama yang saya kira dari India ternyata traveler dari Italia, dan satu turis yang satunya berasal dari Jerman. Ada turis 1 lagi yang kemungkinan dari Australia/UK, saya kurang bisa membedakan aksen mereka, tapi saya tebak sih dia dari Australia karena meskipun dia mendekat ke kami tapi dia terasa tidak welcome, jadi saya menjauh saja. Selang beberapa waktu kami lalu pindah ke atas candi untuk melihat prosesi festival ini lebih jelas lagi. Tak lama kemudian teman saya dari Perancis datang dan bergabung bersama kami. Kamipun meniikmati festival dengan hikmat, mulai dari prosesi sesembahan, sampai akhirnya prosesi tari bali yang disajikan dari usia muda sampai usia dewasa.

Persiapan prosesi festival.
Prosesi mulai dijalankan.

Seserahan, warna merah putih hitam kuning merupakan penggambaran nama-nama Tuhan mereka.
Waktu lalu menunjukkan pukul 19.00 malam, sajian tari bali sudah selesai dan digantikan prosesi lain yang kami kurang paham, saya bertanya ke warga sekitar katanya akan ada acara komedi pukul 21.00 nanti dan kami disarankan untuk makan malam dulu saja. Kamipun lalu berjalan kaki kearah motor kami masing-masing dan mencari lokasi makan malam yang ada live musiknya. Kebetulan saya kemarin melihat ada satu restoran yang dekat dengan lokasi kami dan ada live musiknya, kamipun lalu kesana.


Kami memesan beberapa makanan serta minuman serta berbincang banyak hal disana. Ada permainan Billiar juga disana, kamipun bermain bersama mengisi waktu sampai pukul 21.00 nanti. Saya yang baru kali itu bermain billiar diajarin oleh teman-teman baru saya ini, dari yang awalnya meleset sampai akhirnya bisa memasukkan bola ke lubang billiarnya. Wow, sangat menyenangkan sekali saat itu, apalagi teman-teman ini sangat welcoming sekali. Kami juga bermain Dart di dinding restoran ini, selain makanan serta live musicnya yang kece, permainan-permainan seperti ini memang sangat menyenangkan jika disajikan di restoran tempat nongkrong. Apalagi di Nusa Lembongan agak minim aktivitas malam seperti club atau lain-lainnya. Hanya aktivitas alamnya yang kece dan itupun bisa dinikmati di pagi sampai sore hari saja.

Grub Whatsapp yang kami bentuk untuk memudahkan komunikasi, maklum beda-beda hotel.

Pukul 21.00 datang, beberapa dari kami memutuskan untuk melihat komedi tadi, sementara beberapa lainnya memutuskan untuk pulang ke hotel saja, termasuk saya. Saya sudah terlalu lelah karena dari pagi sampai malam ini aktif sekali begitu juga 2 teman Perancis saya. Sementara 2 teman baru saya karena baru sore itu menginjakkan kaki di Nusa Lembongan masih semangat sekali untuk menonton pertunjukan tersebut. Saya lalu pulang ke hotel baru saya, sangat tenang dengan pemandangan gemerlap lampu dari sisi pantai dan daratan Nusa Ceningan. Saya lalu tertidur pulas dan bersiap untuk aktivitas esok hari yang saat makan malam tadi kami rencanakan untuk eksplorasi bersama. Kami juga membentuk whatsapp group untuk komunikasi bersama seperti foto diatas, haha, saat itu benar-benar menyenangkan. Have a good night!



 umiatikah

No comments:

Post a Comment